""

14 September, 2010

Arsitektur Mesopotamia

Seni, Teknologi dan Arsitektur

Ketika para pengembara mulai menghentikan kebiasaannya dan menetap di dusun-dusun, rumah tinggal dibangun dari bata yang dijemur, dan tiap-tiap rumah terdiri dari 6 sampai 7 ruang berbentuk panjang melorong, yang diatur mengelilingi sebuah halaman dalaman (patio), sehingga hawa yang panas diluar tidak sampai masuk ke dalam rumah.

Akan tetapi bagi penghuni rawa gelagah, mereka membangun rumahnya dari bahan yang tersedia, yakni gelagah rawa yang mudah hancur. Bangunan yang dihasilkan mirip terowongan dengan atap melengkung,dengan cara menanam 2 deret ikatan gelagah kedalam tanah untuk membuat pilar, lalu melengkungkan serta mengikat pada ujungnya untuk membuat lengkungan atap gelagah pula, itulah gubug gelagah.


Karakter Arsitektur
Patio sebagai halaman dalam, sangat penting artinya bagi orang Mesopotamia. Patio tersebut mengikat ruang-ruang yang mengelilinginya, yang terdiri dari ruang-ruang berbentuk rangkaian segi panjang yang sempit melorong yang ditutup oleh atap melengkung.
Bahan bangunan terdiri dari bata Lumpur yang dikeringkan, sehingga secara struktural merupakan tatanan dinding bata yang cukup tebal, disamping karena bahannya sendiri juga dapat mengkondisikan ruang dalamnya, agar panas dari luar tidak terbawa masuk.
Bukaan pada pintu dan jendela cukup kecil saja, juga agar hawa panas tidak masuk kedalam ruang, sedangkan kesan secara keseluruhan masif.


Bangunan/ Karya Arsitektural Mesopotamia
Zigurat
Sekitar tahun 2250 sebelum masehi dikenal adanya artificial ‘Hill of Heaven’ yang merupakan monument keselamatan terbesar simusim panas yang bernama ‘The Ziggurat of Ur’ yang merupakan monument penghormatan kepada salah satu Tuhan mereka bulan dan gunung sebagai rumah yang diberikan kepada pendatang pertamanya.

Menurut Sir Leonard Wooley, Zigurat itu setinggi 68 feet yang terletak pada terase setinggi sepuluh feet di atas kota.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUYnbMsLdeLLmsN2ePUf-0-11SJoQUyHe4inTgmAmQejM9j54p9mdUcNiiAqxSm-Ri53bTOTpyIyVEktuNsKNduMCvZA2-bUP8U2LDufl7Kp5HHinrxj1AZBzWZUC2NiTfQQ3kZqxShlc_/s320/zigurat.jpg
Taman Gantung
Pada abad ke lima sebelum masehi (604 -562 sebelum masehi), sebuah taman yang diasumsikan orang sebagai Taman Surga atau ‘paradise’ seperti yang diungkapkan pada setiap kitab suci.
Taman ini kemudian dikenal dengan taman gantung Babylonia, yang megah seluas empat are (400 feet square), setinggi 300 kaki (100 feet) sehingga dapat melihat pemandangan-pemandangan lembah dan padang pasir disekitarnya, dan terlihat di sisi Barat sungai Euphrates. Taman Babylon ini termasuk salah satu keajaiban dunia.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQxlzv-ut8FrZxCGbDmOmkB0wtdvJgokPukhfDiXBHyIuiWiibbQ01w5JcNzSg73Zp37bzX6RN7387yyGWxl22DX08PdPLOBInKpVb4sol8RLH0XCn_NbVfVSLI0y6QZFpG8TrhKTRQ27R/s320/taman+gantung.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...