""

14 April, 2010

Penyebab, Gejala, Mencegah dan Cara Penyembuhan Kanker serviks





Kanker leher rahim adalah momok mengerikan di kalangan kaum wanita, selain kanker payudara. Berdasar data Departemen Kesehatan RI, di Indonesia terdapat 90-100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk. Setiap tahun terjadi 200.000 kasus kanker leher rahim. Setiap hari di Indonesia ada 20 wanita yang meninggal akibat kanker leher rahim atau kanker serviks ini. Di dunia setiap 2 menit kanker ini merengut nyawa seorang wanita ! Kanker ini juga yang mengakibatkan kematian 2 orang tante saya, hiks.

Penyebab dan gejala
Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks / cervics cancer (carcinoma cervicis uteri) disebabkan oleh Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18.
Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala. Serem juga ya, gejalanya gak keliatan, makanya yuk kita ketahui lebih mendalam tentang kanker serviks / kanker leher rahim ini sehingga kita tau bagaimana mencegahnya.

Ciri atau gejala Kanker leher rahim ditandai dengan gejala keputihan yang tidak gatal, timbul cairan yang berbau, tumbuh tumor, pendarahan keluar setelah senggama. Jika kondisi ini dibiarkan maka pendarahan semakin banyak, bahkan bisa terjadi pendarahan spontan. Pada penderita stadium tiga terjadi penurunan berat badan.

Golongan beresiko tinggi.
Selain berisiko pada mereka yang suka berganti pasangan, kanker leher rahim juga berpotensi diderita oleh perempuan yang menikah di usia muda. Pasalnya, mulut rahim di usia belia ini belum terlalu kuat untuk mengalami trauma hubungan seks. Kondisi lemah ini membuat mulut rahim rentan terhadap serangan virus yang paling ringan sekalipun. Resiko lebih tinggi terjadi pada perempuan yang memulai hubungan seks sebelum usia 16 tahun dibanding dengan yang berhubungan seks di atas usia 20 tahun. Juga pada wanita yang sering melahirkan, merokok, banyak minum pil KB, atau karena penggunaan pembersih wanita.

Pencegahan Kanker Leher rahim
1. Hindari berganti-ganti pasangan partner seks, jangan berhubungan seks terlalu dini.
Tau gak, virus papilloma itu bisa ditularkan oleh laki-laki saat berhubungan seks. Makanya suami2 jangan jajan, kalo jajan sembarangan bisa-bisa tanpa sadar anda akan menulari virus papilloma ini ke istri. Wanita jangan main sembarangan, selain dosa, bisa-bisa tertular virus ini dari pacar, ato duren – duda keren – yang mungkin istrinya meninggal karena kanker ini atau punya gejala kanker ini sehingga sang duda juga bisa sebagai media penyebar virus papilloma.

2. Kurangi merokok atau bahkan jangan merokok, banyak mengonsumsi vitamin penangkal kanker seperti vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan tubuh.

3. Yang terpenting adalah rajin-rajinlah melakukan pap smear begitu seorang perempuan sudah mulai aktif berhubungan seks. Kalo kami di Perancis Pap Smear disebut Frottis dan dilakukan dua tahun sekali. Kalo di Indonesia katanya dilakukan tiap tahun.

4. Melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi ini dilakukan untuk wanita usia 10 – 55 tahun. Vaksinasi dengan penyuntikan 3 kali : suntikan pertama disusul sebulan kemudian suntikan kedua dan suntikan terakhir 5 bulan kemudian setelah suntikan kedua.

Tentang Pap Smear
Gambar Pap Smear

Gambar Pap Smear
Test Pap Smear adalah pemeriksaan lendir dari leher rahim atau dalam istilah kedokteran disebut lendir serviks. Pap Smear merupakan tes yang perlu rutin 1 tahun sekali oleh semua wanita yang telah menikah atau yang telah melakukan hubungan seks. Prosesnya mudah aja, dokter melakukan pemeriksaan dalam, vagina di”buka” dengan speculum, terus pake spatula atau sikat halus (cytobrush) mengambil lendir leher rahim, dioleskan dan difiksasi dengan cairan khusus atau dengan Alkohol 95 %. Kemudian Gelas objek ini di Laboratorium akan dilihat dibawah Mikroskop apakah ada sel-sel yang berbahaya.

Pemeriksaan papsmear untuk mendeteksi dini kanker mulut rahim. Selain itu juga bisa diliat apakah ada infeksi bakteri atau jamur yang biasanya menyebabkan keputihan. Kalo didapatkan bakteri atau jamur maka diobati dengan obat yang sesuai.

Hasil Papsmear :.
– Negatif artinya tidak ditemukan sel-sel yang berbahaya
– DISPLASIA : ditemukan sel yang menunjukkan perubahan sifat yang dapat mengarah kekeganasan, untuk itu perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan biopsi. Bila ada jamur & bakteri diobati.
– Positif : ditemukan sel ganas, harus dilakukan BIOPSI secepatnya untuk memastikan Diagnosa Kanker serviks.

Saat ini ada cara pemeriksaan yang lebih baru, yaitu PAPNET. Pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan lendir leher rahim sama seperti papsmear konvensional, tetapi dengan memanfaatkan teknologi computer dalam menganalisanya. Pap Net dapat menyempurnakan hasil papsmear konvensional sampai 30% lebih peka.

Bagaimana persiapan anda sebaiknya sebelum Pap-Smear dengan Papnet ?
- Waktu yang paling baik bagi pengambilan adalah saat bersih dari bercak darah, sebaiknya 2 minggu setelah haid. Untuk yang sudah menopause bisa kapan saja (ya iyalah udah gak ada mens lagi, khan ?)
- Sebaiknya tidak melakukan senggama 48 jam sebelum pengambilan Pap-Smear
- Jangan menggunakan pembasuh vagina antiseptik atau sabun antiseptik
- Rileks, jangan tegang, gak sakit kok.

Catatan :
1. Sekarang ada metode pap smear terbaru, Liquid Base Preparation. Keuntungannya kita bisa pap smear pada saat sedang mens, keputihan ataupun habis berhubungan sexual.
2. Jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy) tidak perlu lagi melakukan papsmear karena sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim.

Moms, temans, hayo jangan lupa papsmear, dari pada nyesel, soalnya kanker leher rahim ini bisa diobati asalkan sudah ketahuan sejak dini dari hasil papsmear itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...