""

07 Agustus, 2010

Misteri Manusia Biru yang Belum Terpecahkan

oooooooooo
Legenda Manusia Berkulit Biru yang benar tercatat dalam sejarah Kentucky, Amerika merupakan hal yang menarik. Apalagi kalau dikaitkan dengan berbagai kepercayaan mengenai “manusia biru” dari berbagai belahan dunia.
Peristiwa ini terjadi 6 generasi silam, saat itu seorang yatim piatu asal Perancis bernama Martin Fugate mendapat tanah hibah di tahun 1820 dan pindah ke kawasan Timur Kentucky, yang dikenal dengan nama Troublesome Creek. Martin menikahi wanita asal Amerika, Elizabeth Smith, yang berambut merah dan berkulit sangat putih, seputih salju. Keluarga Fugate memiliki 7 anak, dan 4 diantaranya berkulit biru. Keluarga ini bertambah jumlahnya, karena sesama anggota keluarga Fugate menikahi satu sama lain. Pernikahan antar sepupu kerap terjadi, keluarga Fugate juga menikah dengan keluarga-keluarga tetangga mereka. Komunitas ini hidup terpencil di daerah yang belum memiliki infrastruktur. Anak-anak Martin yang berkulit biru akhirnya menikah dengan saudara dari Ibu mereka. Zachariah, seorang anak berkulit biru, menikah dengan saudara kandung sang Ibu, dan menghasilkan kombinasi gen yang 100 tahun kemudian menjadi penyebab kelahiran Benjy Stacy dengan warna kulit biru-keunguan! Saat dokter keluarga terheran-heran melihat kondisi Benjy, mereka dijelaskan mengenai kisah
nenek buyut Benjy, yaitu Luna Fugate. Keluarga mengatakan, Luna adalah perempuan yang “sangat biru”, “perempuan terbiru yang pernah ada”. Ayah Luna adalah Levy Fugate, anak dari Zachariah. Levy menikah dengan gadis dari keluarga Ritchie dan membeli 200 are tanah di Ball Creek. Pasangan ini memiliki 8 anak, termasuk Luna.

Seorang pemuda bernama John Stacy bertemu Luna saat ibadah mingguan di sebuah gereja Baptis setempat. Stacy kemudian menikahi Luna dan mereka pindah ke Ball Creek. Stacy masih mengingat sosok ayah mertuanya, Levy Fugate yang memiliki warna kulit biru. Semua laki-laki dari keluarga Luna berkulit biru. Dan mereka dijuluki “The Blue Fugates”.

Carrie Lee Kilburn, seorang perawat di rumahsakit Homeplace Center mengenang Luna dan keluarganya sebagai orang-orang berkulit biru. “Luna berkulit biru. Warna bibirnya biru tua, bagaikan luka memar. Perempuan terbiru yang pernah kulihat”. Luna Stacy memiliki kondisi kesehatan yang prima, melahirkan 13 anak dan meninggal di usia lanjut, 84 tahun. Luna dikenal sebagai sosok yang enerjik dan jarang sekali pergi ke klinik untuk berobat. Benjy Stacy lahir di sebuah rumah sakit modern dekat Hazard, Kentucky, tak jauh dari Troublesome Creek. Benjy mewarisi warna rambut merah milik sang ibu. Tapi, warna kulit kakek buyutnya juga menurun padanya! Kulit Benjy biru tua. Para dokter terkejut, namun orangtua Benjy tidak. Para dokter mengirim Benjy untuk dites di Fakultas Kedokteran Universitas Kentucky. Setelah 2 hari diperiksa, tidak ditemukan penyebab untuk warna kulitnya yang biru. Setelah sejarah kulit biru di keluarga Benjy diketahui, para dokter menyimpulkan bahwa kondisi ini menurun. Namun, gen biru dalam tubuh Benjy tidak sekuat kakek buyutnya. Dalam beberapa minggu, warna biru pada kulit Benjy mulai memudar dan menjadi normal.

Namun, dalam keadaan marah atau kedinginan, warna kuku dan bibir Benjy menjadi ungu.
Pada tahun 1960, Madison Cawein, seorang dokter spesialis darah yang meneliti manusia berkulit biru di Alaska menyimpulkan bahwa manusia biru di Kentucky dan Alaska sama-sama memiliki kelebihan molekul biru dalam darah mereka, yang menekan jumlah hemoglobin yang biasanya membuat kulit menjadi berwarna kemerahan. Cawein menggunakan enzim methylene biru untuk menetralisir warna biru yang ada di kulit manusia biru. Usahanya berhasil. Enzim ini membantu tubuh menormalkan kembali kadar methemoglobin.
z
Manusia biru, roghuzshy

Terlepas dari penjelasan medis mengenai manusia biru di Kentucky, mungkinkah mereka merupakan keturunan dari peradaban kuno manusia berkulit biru (dipercaya sudah punah ribuan tahun lalu) yang masih memiliki sisa gen tersebut dalam darah mereka? Lalu, gimana dengan keberadaan Manusia Biru di tempat-tempat lain atau keberadaan warna kulit biru dalam kepercayaan lain? Di India : Dewa Khrisna Nama “Khrisna” berarti “gelap atau hitam”. Dalam kitab Veda, Khrisna digambarkan sebagai “Pemuda tampan yang memiliki kulit bersinar, berwarna seperti langit yang mendung (biru tua)”. Dalam Chandayoga Upanishad, Khrisna, putra dari Devaki digambarkan sebagai pribadi yang bijak dan sangat terpelajar. Sedangkan Dewa Vishnu digambarkan berkulit biru dan memiliki 2 pasang tangan. Mitologi Hindu juga meyakini keberadaan manusia berkulit biru yang sulit diterima oleh pikiran modern kita.
Di Mesir: Amon, Isis
Dewa Mesir, Amon sering dilukiskan memiliki warna kulit biru. Begitu juga dengan Dewi Isis. Sedangkan Dewa Osiris digambarkan berkulit hijau dan dijuluki “Hijau Yang Agung”.
Dalam filosofi Mesir, biru merupakan warna kehidupan. Langit dan lautan memiliki warna biru yang merupakan lambang dari kelangsungan kehidupan.
Bangsa Urantia Tulisan-tulisan bangsa kuno Urantia bahkan meyakini adanya ras dari berbagai warna : merah, orange, hijau, biru dll.

Benua Lemuria (Mu) Dalam catatan kuno, dikatakan bahwa Bangsa Atlantis mendapatkan berbagai pengetahuan dari masyarakat Benua Lemuria (Mu) yang tenggelam. Pengamat antropologi Mark S Miller, yang mempelajari peradaban kuno selama 30 tahun menemukan tulisan tentang peradaban pertama manusia yang diawali dengan “manusia biru”. Diantara empat ras yang selama ini dikenal manusia (kulit hitam, putih, kuning dan merah) juga terdapat ras kelima yaitu kulit biru, yang hidup di antara benua Asia dan Eropa. Menurut peta kuno, lokasi ini adalah Lemuria(Mu). Ras berkulit biru ini disebut sebagai “Blue Moovians”. Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang berpostur tinggi, langsing dan memiliki kekuatan pikiran yang hebat. Bangsa ini diyakini berasal dari planet lain dan mampu berteleportasi ke planet tersebut kapanpun mereka inginkan. Di Norwegia Sebuah pulau kecil bernama Formork Oy yang penghuninya kebanyakan nelayan, memiliki catatan legenda mengenai manusia biru. Para nelayan berpapasan dengan kapal aneh berwarna gelap, yang ditumpangi orang-orang bertubuh tinggi, dengan pakaian yang bersinar, dan warna kulit kebiruan. Oleh para nelayan, orang-orang biru ini dijuluki sebagai Delvar Nar. Ahli kelautan Jacques Costeau mengaku pernah bertemu dengan orang-orang biru ini, dalam salah satu rangkaian ekspedisinya. Di Jepang Dikenal legenda bangsa “Ainu” yang konon memiliki kulit berwarna biru. Di Suku Indian Dalam Legenda Indian Cherokee, sebelum mereka mendiami wilayah mereka, daerah tersebut pernah dihuni manusia berkulit biru. Bangsa Cherokee menjuluki mereka sebagai “manusia bulan”.

Sebuah ekspedisi di Arkansas beranggotakan satu tim yang menggali sebuah gua hingga kedalaman 1 mil. Ekspedisi langsung dihentikan setelah anggota tim melihat sebuah kota di dalam gua yang dihuni manusia berkulit biru. Dengan takut mereka memutuskan pergi dari tempat tersebut.

06 Agustus, 2010

BAHAYA KEDELAI BAGI WANITA!

Seorang ilmuwan pecinta lingkungan, Dr Mike Fitzpatrick, telah memperingatkan adanya resiko gangguan tiroid bagi bayi yang diberi bubur atau susu formula kedelai, konsumen dewasa yang suka mengkonsumsi makanan berbahan dasar kedelai, dan juga bagi pengguna suplemen isoflavon.

Fitzpatrick menyatakan ada potensi gangguan yang akan menimbulkan efek goitrogenik bagi orang-orang tertentu yang terpapar isoflavon. Resiko paling besar ada pada bayi yang diberi formula kedelai (baik bubur atau susu), lalu konsumen makanan berbahan dasar kedelai, dan kemudian diikuti dengan pengguna suplemen isoflavon.

Hasil penelitian menekankan bahwa formula bayi berbahan dasar kedelai memiliki kadar isoflavon yang tinggi, yaitu suatu zat aktif anti-tiroid, dan dengan demikian beresiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi yang normal.

Fitzpatrick menyatakan bahwa gangguan tiroid yang disebabkan oleh kedelai bisa saja tidak diketahui karena sulitnya menetapkan hubungan sebab-akibat antara isoflavon dan gondok (goiter). Bahkan ilmuwan berpengalaman pun bisa lengah melihat hal ini.

Fitzpatrick juga menolak klaim yang menyebutkan tidak ada bukti bahwa isoflavon di susu formula dapat membahayakan bayi, karena ia mengamati dari kasus-kasus gondok yang dilaporkan, ternyata terjadi pada bayi-bayi yang diberi susu formula kedelai dengan kandungan iodine yang cukup.

Fitzpatrick juga menyatakan dukungannya terhadap Lembaga Kesehatan New Zealand:

“Lembaga Kesehatan telah menemukan bahwa bayi-bayi dengan sejarah disfungsi tiroid harus menghindari bubur dan susu formula berbahan dasar kedelai. Disamping itu, paparan terhadap isoflavon berpotensi menyebabkan kerusakan tiroid kronis pada semua bayi yang diberi formula kedelai”.

Lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa memberi bayi isoflavon tidaklah diperlukan dan tindakan beresiko bahaya tersebut sebenarnya bisa dihindari jika pembuatnya bisa menghilangkan isoflavon dari formula kedelai. “Untuk sementara waktu”, ujarnya, “sudah seharusnya para praktisi medis memonitor status tiroid bayi-bayi yang diberi formula kedelai (bubur ataupun susu)”.

Fitzpatrick juga mengklaim bahwa konsumen makanan dengan bahan dasar kedelai tinggi dan pengguna suplemen isoflavon juga beresiko terhadap gangguan tiroid. Ia menyatakan bahwa efek pasti dari zat anti-tiroid terhadap fungsi tiroid adalah bukti meyakinkan adanya hipotiroidsme yang terlihat secara fisik maupun yang subklinis.

Bubur dan susu formula yang berbahan dasar kedelai adalah salah satu makanan & minuman terburuk bagi bayi atau anak-anak Anda. Bukan saja ini merusak atau mengganggu fungsi hormonal seperti yang dijelaskan di atas, tapi formula kedelai mengandung lebih dari 100% aluminium

Saya pribadi dalam menangani pasien balita tidak menganjurkan perawatan dengan formula kedelai begitu juga dengan susu formula biasa, walaupun sang ibu tidak bisa menghasilkan ASI. Yang saya terapkan sebagai pengganti susu formula dan ASI adalah madu asli, bee pollen, minyak ikan, dan garam laut asli. Tapi ini dengan catatan yaitu sang ibu tidak bisa menghasilkan ASI. Formula kedelai dan susu formula lainnya dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi Anda.

Sains dan praktek holistik modern memang sangat jauh berbeda dibandingkan medis konvensional, tapi sains kami lebih didasarkan pada Hukum Alam ciptaan Tuhan dibandingkan “asumsi” atau metode manusia yang dipengaruhi oleh “motivasi mencari keuntungan ekonomi”. Tentu sebagai hasilnya, metode praktek holistik modern jauh lebih efektif dan aman dalam menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Tapi dari segi ekonomi memang kalah menguntungkan dibandingkan medis konvensional.

Bisnis holistik modern adalah bisnis MENYEMBUHKAN PENYAKIT, sedangkan medis konvensional adalah bisnis MENJUAL DAN MERAWAT PENYAKIT.

Ternyata Ice Cream Berbahaya Bagi Tubuh

Gambar

Saat melihat papan reklame iklan es krim di pinggir jalan ketika perut kosong, membuat Anda ingin segera menyantap makanan lezat tersebut? Jika iya jawabannya, Anda mungkin telah terhipnotis. Lho?

Sebuah penelitian yang dilakukan UT Southwestern Medical Center, Amerika Serikat menemukan bahwa lemak dari beberapa makanan seperti burger dan es krim dapat mempengaruhi otak Anda seperti yang detikhot kutip dari foxnews, Kamis (24/9/2009).

Pada dasarnya, manusia akan berhenti makan ketika ia sudah merasa cukup. Namun jika memakan sesuatu yang enak, maka sulit untuk berhenti hingga perut sudah tidak mampu lagi menampungnya.

Hal ini dikarenakan molekul lemak tersebut memicu otak untuk mengirim pesan ke sel-sel tubuh untuk mengabaikan sinyal hormon penekan selera makan. Hormon-hormon yang ditekan tersebut adalah leptin dan insulin.

Penelitian dilakukan kepada tikus percobaan dengan memberikan mereka berbagai injeksi lemak langsung ke otak, tiga kali sehari. Hasil yang spesifik terhadap para tikus percobaan.

Para peneliti juga menemukan jenis lemak tertentu di daging sapi,mentega, keju, dan susu yang dapat ‘menghipnotis’ otak Anda agar tidak berhenti makan.

Bahaya Laten Sepotong Sosis


Sosis merupakan makanan asing yang sudah akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia karena rasanya enak, Namun, di balik kenikmatan makanan yang kaya akan zat gizi ini, terkandung lemak dan kolesterol tinggi yang bisa mengganggu kesehatan. Untuk itu, hati-hati mengonsumsi sosis.



Makanan ini dibuat dari daging atau ikan yang telah dicincang kemudian dihaluskan, diberi bumbu, dimasukkan ke dalam selonsong berbentuk bulat panjang simetris, baik yang terbuat dari usus hewan maupun pembungkus buatan (casing). Sosis juga dikenal berdasarkan nama kota atau daerah yang memproduksi, seperti berliner (Berlin), braunscheiger (Braunshweig) , genoa salami (Genoa), dan lain-lain.

Sosis merupakan salah satu produk olahan daging yang sangat digemari masyarakat Indonesia sejak tahun 1980-an. Istilah sosis berasal dari bahasa Latin, yaitu salsus, yang artinya garam. Hal ini merujuk pada artian potongan atau hancuran daging yang diawetkan dengan penggaraman.


Nilai Gizi


Sosis merupakan produk polahan daging yang mempunyai nilai gizi tinggi. Komposisi gizi sosis berbeda-beda, tergantung pada jenis daging yang digunakan dan proses pengolahannya.

Produk olahan sosis kaya energi, dan dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat. Selain itu, sosis juga memiliki kandungan kolesterol dan sodium yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan penyakit jantung, stroke, dan hipertensi jika dikonsumsi berlebihan.

Ketentuan mutu sosis berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995) adalah: kadar air maksimal 67 persen, abu maksimal 3 persen, protein minimal 13 persen, lemak maksimal 25 persen, serta karbohidrat maksimal 8 persen. Kenyataannya, banyak sosis di pasaran yang memiliki komposisi gizi jauh di bawah standar yang telah ditetapkan. Hal tersebut menunjukkan pemakaian jumlah daging kurang atau penggunaan bahan tidak sesuai komposisi standar sosis.


BACA LABEL SEBELUM MENYANTAP


Seiring dengan berkembangnya industri pangan, saat ini telah dikembangkan sebuah inovasi baru, yaitu sosis siap makan tanpa perlu dimasak atau dipanaskan terlebih dahulu. Dengan demikian, sosis tersebut dapat dimakan sebagai snack.

Saat ini juga mulai banyak dijual sosis steril, yaitu sosis yang dibuat melalui proses sterilisasi sehingga awet untuk disimpan pada suhu kamar, selama beberapa waktu. Sosis tersebut tinggal dibuka dari kemasannya dan langsung dapat dimakan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan lemak sosis yang cukup tinggi. Konsumsi sosis sebagai snack hendaknya memperhatikan faktor-faktor kesehatan seperti obesitas dan kolesterol. Sosis dengan kadar lemak rendah dapat menjadi pilihan. Karena itu, sebaiknya membiasakan diri membaca label secara seksama sebelum memutuskan untuk membeli dan mengonsumsi sosis. ****


Bahaya Sosis, Nugget, Kornet


Pada awalnya, saya tidak tertarik membaca artikel ini. Salah seorang teman dekat menyarankan saya membacanya. Artikel yang sangat menarik, tentang industri makanan yang ternyata berasal dari limbah hewan. Mudah-mudahan artikel ini memberikan manfaat bagi Anda semua, menambah wawasan kita tentang apa yang sesungguhnya kita konsumsi atau beli di pasar swalayan.


Petaka Sodom dan Gomora
Oleh: F Rahardi

Flu burung (avian influenza, AI) tiba-tiba menjadi hantu yang sama menakutkan dengan AIDS. Inilah kutukan dari Sodom dan Gomora modern. Agroindustri unggas modern sebenarnya telah menentang alam, sekaligus menantang hukum Allah. Itulah yang harus diubah, bukan hanya sekadar restrukturisasi menyangkut pembagian kapling. Flu sebenarnya merupakan penyakit lama.

Ada tiga tipe virus influenza: tipe A yang bisa menyerang hewan maupun manusia dan tipe
B serta C yang hanya bisa menyerang manusia. Virus tipe A masih terdiri atas beberapa subtipe, yakni H (1-15) dan N (1-9). AI sendiri sudah terdeteksi sejak 1978 di Italia, tetapi AI subtipe baru dengan virus H5N1 pertama kali terdeteksi di Hongkong tahun 1997. Sejak itu, flu burung menjadi mirip AIDS, menimbulkan gejolak atas bisnis perunggasan, sekaligus mengancam hidup manusia.

Ketika AI menyerang unggas, virus ini belum menjadi wabah yang mendunia. Agroindustri perunggasan lalu menjadi massal dan mendunia, dengan benih (DOC/DOD), pakan, hormon pertumbuhan, antibiotik, dan obat-obatan dalam dosis tinggi secara intensif. Inilah pemicu utama terciptanya virus subtipe baru. Terlebih setelah agroindustri peternakan hanya mementingkan keuntungan, tanpa memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan.

Wabah sapi gila di Inggris juga seperti kutukan. Virus penyakit gila ini sebenarnya hanya berjangkit pada domba, dan tidak pernah menjadi wabah. Namun, agroindustri peternakan di Inggris terlalu rakus. Limbah dari rumah potong hewan, terutama tulang-tulang- terdiri tulang domba, kambing, sapi, babi, dan ternak lain-digiling dan dicampurkan ke konsentrat. Tujuannya adalah efisiensi. Dampaknya, terjadi degradasi genetik dan penularan penyakit. Penyakit gila yang sebelumnya hanya menyerang domba berjangkit pula ke sapi.

"Nuggets" dan sosis tulang Pada agroindustri perunggasan, terutama ayam petelur, yang akan dipelihara hanyalah DOC betina. DOC jantan harus dibuang. Jika DOC jantan diberikan kepada ikan, dampak negatifnya hampir tidak ada. Namun sekali lagi demi efisiensi, DOC jantan langsung dimasukkan ke penggilingan dan dicampurkan ke pakan. "Kanibalisme" inilah antara lain yang telah mengakibatkan degradasi genetik, sekaligus ikut berperan memicu terciptanya virus AI subtipe baru.

Namun itu semua belum terlalu mengerikan. Kini, tampaknya konsumen kurang jeli melihat (atau tidak menduga) sosis (sapi dan ayam), nuggets (ayam), dan kornet (sapi), yang dikonsumsi, sebenarnya bukan berasal dari daging, tetapi limbah tulang-belulang. Limbah rumah pemotongan hewan dan rumah pemotongan ayam selalu menghasilkan limbah berupa tulang keras, tulang rawan, sumsum, urat, dan sedikit serat daging yang masih melekat di permukaan tulang. Tulang kerasnya dipisahkan disebut MBM atau meat and bone meal. Ini merupakan bahan campuran industri pakan ternak, termasuk unggas.

Tulang rawan, urat, sumsum, dan daging disebut meat and bone meal (MDM). Produk inilah yang semula menjadi bahan campuran industri sosis, kornet, dan nuggets. Kini, MDM menjadi bahan utama makanan pabrik itu. Terlebih dalam sosis ayam. Yang dimaksud MDM unggas sebenarnya semua limbah dr seekor ayam digiling, sebab sekeras apa pun tulang ayam masih amat lunak untuk menjadi sosis dan nuggets. Kita tidak pernah diberi tahu oleh Asosiasi Produsen Makanan Olahan Daging (National Association Meat Producer = NAMPA ), berapa persen sebenarnya kandungan MDM pada tiap sepotong sosis dan nuggets. Jangan-jangan sudah 100 persen bukan daging asli lagi?

Pola industri ternak seperti ini sebenarnya sudah melawan hukum alam, sekaligus hukum Allah sang pencipta. Sapi dan domba aslinya herbivora, pemakan tumbuhan. Dalam industri modern mereka dipaksa menjadi karnivora, bahkan kanibal, makan sisa-sisa hewan lain. Unggas makan biji-bijian dan kadang serangga serta cacing. Tetapi mereka tidak pernah kanibal. Bahkan elang dan gagak yang karnivora pun tidak pernah kanibal. Tetapi manusia telah memaksa ayam dan itik menjadi seekor kanibal. Bahkan DOC, anak ayam yang baru menetas pun, harus kembali digiling untuk dimakan oleh induk-induk mereka. Ini sudah lebih sadis dibanding kisah Sodom dan Gomora.



Limbah dari AS

Rakyat AS relatif cerdas dalam melihat "penyimpangan" atas hukum alam ini. Selain cerdas, mereka kaya. Itu sebabnya mereka tidak menyantap bagian lain dari ayam, kecuali daging dada. Kulit, daging paha, daging sayap, hati, ampela, tabu disantap. Apalagi kepala, leher, pantat, dan ceker. Semua itu harus dibuang. Lembaga konsumen AS juga ketat hingga limbah itu tidak bisa digiling begitu saja dan dijadikan pakan ternak lain. Kasus sapi gila di Inggris membuat rakyat AS lebih waspada.

Ke manakah limbah yang masih layak makan itu dibuang? Tentu ke negara yang penduduknya banyak negara berkembang dan ekonominya lemah. Sasaran utama membuang paha dan sayap ayam adalah RRC,India, dan Indonesia .

MDM hasil penggilingan limbah unggas juga dibuang ke negara berkembang dan negara miskin. Untuk sarana pembuangan, kota-kota besar di negara berkembang siap dengan restoran cepat saji(fast food) dan pasar swalayan. Saat memungut sosis ayam dan nuggets, ibu-ibu pasti tak pernah membayangkan, bahan utama produk itu bukan daging, tetapi limbah sisa-sisa hewan ternak dari negara maju.....

Sebenarnya pemerintah harus mulai memperkuat agroindustri perunggasan tradisional peternakan itik sebagai penyeimbang. Kelembagaan peternakan rakyat ini sebenarnya sudah amat kuat. Hanya alokasi modal dan fasilitas lain tidak pernah tertuju ke mereka, sebab mereka bukan pengusaha yang punya kapling dalam Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia (Gappi). Jika para peternak itik yang sudah massal pun tak tersentuh perhatian pemerintah, ayam kampung lebih tak terperhatikan lagi. Rakyat memang harus tabah dalam menerima petaka Sodom dan Gomora modern berupa wabah flu burung.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...